Review dan Sharing Dokumen Self-Assessment Report (SAR) Akreditasi ACQUIN

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Review dan Sharing Dokumen Self-Assessment Report (SAR) Akreditasi ACQUIN pada Rabu, 21 Januari 2026. Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 FITK, kegiatan ini diikuti oleh empat program studi rumpun PMIPA, yakni Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika.

Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber utama Ibu Salamah Agung, Ph.D., Wakil Dekan I FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berbagi praktik baik, pengalaman, serta catatan kritis dalam penyusunan dokumen SAR berbasis standar akreditasi Eropa (ACQUIN). Forum ini dimoderatori oleh Koordinator Akreditasi ACQUIN FITK UIN Sunan Kalijaga, Ibu Dr. Paed. Asih Widi Wisudawati, M.Pd.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni Dekan FITK Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Andi Prastowo, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Dekan II Prof. Dr. Ibrahim, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Dekan III Dr. Winarti, S.Pd., M.Pd.Si. Turut hadir para ketua program studi, sekretaris program studi, serta dosen dari keempat prodi peserta.

Dalam sesi pembahasan kurikulum, narasumber menekankan sejumlah catatan penting. Di antaranya adalah ketidakteraturan beban dan penghargaan SKS skripsi yang dinilai belum proporsional, khususnya dengan bobot kerja mahasiswa. Beban SKS praktikum juga menjadi sorotan karena dinilai tidak rasional. Selain itu, integrasi keislaman dalam kurikulum harus memiliki narasi yang jelas, bukti implementatif di setiap mata kuliah, serta terkonfirmasi langsung kepada mahasiswa.

Aspek referensi akademik turut menjadi perhatian utama. Buku ajar utama harus jelas, kredibel, dan lazim digunakan secara internasional. Proses banding penilaian oleh mahasiswa wajib tersedia dengan mekanisme yang transparan dan dapat dikonfirmasi. Keterlibatan alumni dalam penyusunan kurikulum juga harus nyata serta relevan dengan bidang kerja lulusan. Narasumber menegaskan pentingnya menonjolkan keunikan masing-masing program studi, kesesuaian kurikulum dengan KKNI dan European Qualification Framework, serta perumusan PLO dan Sub-PLO yang lebih rasional—dengan standar ideal tiga PLO dan maksimal delapan Sub-PLO.

Pada bagian kemahasiswaan, diskusi menyoroti pentingnya pemilihan mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif dan prestasi akademik baik. Keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan, inklusivitas serta keterbukaan proses penerimaan mahasiswa, hingga kejelasan sistem student support di tingkat prodi, fakultas, dan universitas menjadi perhatian serius. Dukungan tersebut termasuk layanan bagi mahasiswa dengan kondisi tidak normal, seperti kesulitan belajar dan problem psikologis. Tindak lanjut hasil survei kepuasan mahasiswa juga harus ditunjukkan secara konkret, disertai bukti keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan kurikulum.

Melalui kegiatan ini, FITK UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas akademik dan tata kelola program studi secara berkelanjutan, sekaligus memastikan kesiapan institusional dalam menghadapi akreditasi internasional ACQUIN secara kredibel, terukur, dan berorientasi pada mutu.