Seminar Penulisan Karya Ilmiah dan Populer

Dalam dunia akademik, tulisan adalah salah satu kemampuan wajib mahasiswa. Setidaknya terdapat dua pembagian besar dalam dunia tulis menulis, yakni tulisan ilmiah dan populer. Tulisan ilmiah atau yang jamak dikenal dengan Academic Writing biasa ditemui oleh mahasiswa di universitas. Bahkan, mahasiswa dituntut untuk menulis karya ilmiah selama perkuliahan, seperti makalah dan skripsi. Adapun tulisan populer sangat penting bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia luar. Mahasiswa perlu membahasakan ilmu yang diperoleh untuk disampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Untuk menunjang kemampuan mahasiswa, Program Studi Pendidikan Kimia mengadakan pelatihan penulisan karya ilmiah dan populer pada hari Rabu, 11 September 2019. Kegiatan yang diikuti lebih dari 55 mahasiswa Pendidikan Kimia ini diisi oleh Suwanto. Beliau adalah alumni Prodi Pendidikan Kimia angkatan 2008 yang sudah menelurkan lebih dari 800 artikel di koran lokal maupun nasional dan lebih dari sembilan publikasi ilmiah. Selain itu, beliau sudah malang melintang mengisi seminar karya ilmiah dan populer, baik lokal maupun nasional.

Selain menjelaskan tentang langkah-langkah ilmiah yang harus ditempuh, beliau menyampaikan bahwa karya ilmiah menggunakan bahasa yang berbeda dengan karya populer. Karya ilmiah menggunakan bahasa yang baku dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), jika menggunakan Bahasa Indonesia. Sedangkan karya populer meminta penulis menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

Dalam menghasilkan banyak karya, Suwanto yang akrab disapa Mas Awan ini memiliki rahasia khusus. Jika penulis sudah memahami tiga dasar landasan, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Keberhasilan Mas Awan menghasilkan banyak tulisan karena keberhasilannya menerapkan pemahaman beliau tentang tiga hal tersebut dalam berbagai bidang.

Pun begitu, Mas Awan meminta para peserta acara tersebut untuk tetap membaca, menulis dan meneliti. Dia menyampaikan quotes sebagai penutup acara tersebut,

Jika kamu ingin melihat dunia, membacalah

Jika ingin dunia melihatmu, menulislah

Jika kamu ingin mengubah dunia, menelitilah

(Zamhari)